ASIYAH SANG MAWAR GURUN FIR'AUN : LEMPENG PERTAMA


Halo, assalamu'alaykum geng, jadi hari ini aku akan mencoba me-review salah satu buku yang menurutku keren, ya walaupun pemakaian bahasa disini sangat berat, tapi aku akan mencoba mengerti agar bisa membagikan nya ke teman - teman semua :)

Lempeng Pertama ~~~~~~~~~

Raja Akhenaten atau biasa dipanggil Akhen saat ia kecil. Ia adalah seorang Raja Mesir kuno yang bijaksana dan meyakini ajaran Nabi Yusuf A.S yang beriman kepada satu Tuhan yang Tunggal. 

Dan saat itu tiba, ya hari terakhir, mungkin diperlukan jarak yang dekat dengan kematian untuk memahami bahwa alam semesta tak pernah berhenti bergerak, dan Akhen adalah seorang raja yang sudah mencoba semua apapun yang ia bisa dengan seluruh kekuatannya, tapi sekarang ia sadar bahwa ia akan terjatuh setiap saat.
“saat itu dia tau dan paham bahwa ajal sudah berada didepan pintu”

Kematian bukanlah pertemuan yang tertunda, ia hadir Bersama dengan kelahiran dikehidupan ini. Kematian seperti air sungai Nil.

Akhen berkata 
“ Sahabat kita adalah kematian, setelah ini kematian menjadi teman perjalanan kita. Setelah ini, jangan pernah salahkan langit yang telah mengambil kedua matamu, tapi serahkanlah dirimu pada Tuhan Maha Agung yang selalu memberikan yang lebih baik daripada yang diambil darimu ”
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Insight apa sih yang sudah kamu dapat dari sedikit penggalan kisah tadi?
Kematian, ya. Adalah sebuah hal pasti yang akan dialami oleh setiap manusia dari kita, tak pernah pandang tua atau muda, kaya atau miskin, ia akan tetap menghampiri. Akan tetapi apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa dapatkan kematian yang indah? Berbuat baiklah, beribadahlah, bertaqwalah kepada Tuhan Yang Maha Agung. Dan mengutip kata Raja Akhen tadi, “ …… serahkanlah dirimu pada Tuhan Yang Maha Agung yang selalu memberikan yang lebih baik daripada yang diambil darimu” mengingatkan pada salah satu ayat di al – quran yang bahwasannya, manusia diciptakan Allah , hanya untuk beribadah kepadaNya. Dan tentang apa – apa yang Allah berikan kepada kita, ntah itu cobaan, kebahagiaan dan kesedihan cobalah untuk menerima semua itu dengan ikhlas, hati lapang dan tidak menyalahkan siapa – siapa. Karena sesungguhnya Allah akan selalu memberikan hal – hal yang lebih, hal- hal yang luar biasa daripada  apa yang kita rasakan dan hadapi saat ini. Seperti, aka nada hal indah yang akan menantimu, jadi ikhlas dan bersabarlah




#penaR

Komentar